Minggu, 25 Januari 2009

nikmati kehidupan

Nikmatilah Teh nya Bukan Cangkir dan gelasnya


Lima bersaudara dan beberapa sepupunya yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi seorang tua yang merupakan ayah dari kelima bersaudara tersebut yang kebetulan masih aktif sebagai professor disalah satu universitas terkenal di kota bandung.

Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.
Sang ibu Menawari keponakan dan anak-anaknya Teh,dan pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi Teh dan cangkir berbagai jenis.
Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah.
Dan mengatakan pada para anak dan keponakannya untuk menuang sendiri tehnya.

Setelah semua mendapat secangkir teh di tangan, sang Ayah mengatakan :
"Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja.

Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."

"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas teh.
Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah Teh, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."

"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai teh, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.
Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan.
Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.
Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati teh yang Tuhan sediakan bagi kita."

Tuhan memasak dan membuat teh, bukan cangkirnya.
Jadi nikmatilah tehnya, bukan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan kita itu lebih penting dibanding pekerjaan kita.
Jika pekerjaan kita membatasi diri kita dan mengendalikan hidup kita, maka kita menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.

Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri kita sebagai manusia. Pastikan kita membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan kita.

So enjoy your day and work and keep make relationship with others

saya rangkum dari kisah sukses seorang guru besar yang tidak mau di sebutkan namanya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar